Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

Saturday, May 26, 2012

7 Statistik Kesehatan Mengejutkan



RealBuzz - Banyak hal mengejutkan yang baru kita ketahui melalui survey. Di antaranya 7 hal berikut ini.


1. Satu dari 10 orangtua menganggap cola dapat menggantikan buah
Perusahaan makanan Green Giant melakukan survei tentang kebiasaan makan keluarga. Hasilnya, 1 dari 10 orangtua di Inggris percaya, manfaat memakan buah-buahan dapat digantikan dengan meminum cola. Selain itu, satu dari 5 orangtua juga berpikir buah-buahan dapat diganti dengan permen rasa buah.

Yang bikin kaget, 1 dari 20 orangtua berpikir bahwa jeruk atau pisang masuk dalam kelompok buah-buahan yang dianjurkan untuk dimakan.


2. Satu dari enam wanita lebih jadi buta daripada kegemukan
Banyak orang bersedia membayar mahal demi mendapatkan tubuh sempurna. Sebuah riset oleh Arizona State University mengungkap, banyak wanita bersedia berkorban lebih dari uang demi jadi kurus — termasuk mengorbankan penglihatan mereka. Menurut survei ini, satu dari enam wanita lebih rela jadi buta daripada kegemukan. Banyak wanita bilang, lebih baik kecanduan alkohol atau kena herpes daripada kelebihan berat badan. Satu dari empat wanita lebih suka depresi.


3. 48 persen wanita ingin operasi plastik
Journal of Plastic and Reconstructive Surgery mengatakan, kepuasan dan kepercayaan diri pada wanita kini amatlah rendah. 48 persen responden mengatakan tertarik menjalani operasi plastik, 23 persen lainnya mengatakan “mungkin saja” tertarik. Bagaimana dengan pria? 23 persen responden pria mengatakan tertarik operasi plastik, sementara 17 persen lainnya “mungkin” tertarik.


 4. Sepertiga dari semua jenis kanker dapat dicegah
Kanker merupakan pembunuh terbesar. Meski hingga kini para ahli masih belum menemukan penyebab jelasnya, WHO mengatakan sepertiga dari semua jenis kanker sebenarnya dapat dicegah melalui gaya hidup yang lebih sehat. Beberapa penyebab utama kanker dapat dicegah termasuk merokok, kegiatan fisik, kegemukan, alkohol, infeksi dan polusi lingkungan.

5. Perokok kehilangan sepertiga ingatan mereka sehari-hari
Banyak statistik mengerikan mengenai merokok sudah diketahui orang, misalnya tiap 6 detik, seorang perokok meninggal. Tapi belum banyak yang tahu bahwa seorang perokok kehilangan sepertiga ingatan mereka sehari-hari. Menurut studi Northumbria University, hasil uji ingatan para perokok lebih jelek daripada yang tidak. Bagaimanapun, ketika seseorang berhenti merokok, kemampuan mengingatnya pun akan kembali bagus.


6. Hanya enam persen warga Amerika berolahraga selama 30 menit sehari
Orang dewasa disarankan berolahraga 30 menit sehari. Tetapi menurut survei Cooking Light Insight, hanya enam persen warga Amerika yang menjalankan saran ini. Sebanyak 22 persen responden bilang, mereka berolahraga 3-4 kali seminggu.


7. Anda secara tak sadar konsumsi 46 sendok teh gula sehari
Anda mungkin tak sadar bahwa konsumsi gula Anda terlalu tinggi. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Assosiation, perusahaan makanan telah meningkatkan kandungan gula di produk mereka supaya lebih mengundang selera. Ini berarti banyak konsumen tidak sadar berapa banyak gula yang mereka konsumsi. Alhasil, beberapa orang mengonsumsi 46 sendok gula sehari, dan meningkatkan risiko mereka terkena penyakit jantung.

Monday, January 16, 2012

Senam Leher

Kalo suasana hati lagi iseng, dari pada ga ngelakuin hal apa-apa mending ikutin tips ini, lumayan tips yang satu ini bisa membuat sehat tubuh anda. Cekidot..

Senam merupakan olahraga yang
sangat menyehatkan, gampang di
lakukan dan tidak terlalu
mengeluarkan banyak waktu dan
biaya, di mana saja anda bisa
melakukan senam,untuk
mengencangkan kulit juga bisa.

Mungkin tidak banyak orang yang tahu jika senam leher bisa mencegah
kerutan pada kulit, dan berita terbaru juga ada yang mengatakan
senam leher bisa mencegah dengkuran saat tidur, wah banyak benar
manfaatnya ternyata, simak caranya di bawah ini :

GERAKAN 1
- Jika anda terbiasa membuat dagu terlipat ke arah dada, atau baring
dengan posisi janggal untuk waktu lama, leher akan mengembangkan
garis-garis halus dan kendur. Angkat tinggi dagu dan jaga leher lurus.
Ini salah satu latihan terbaik untuk leher.

GERAKAN 2
- Leher yang mudah itu kenyal, lentur dan dapat diregangkan. Untuk
menjaga leher tampak muda, regangkan leher setiap hari. caranya;
duduk tegak. miringkan kepela ke satu sisi leher. tahan 30 detik. lalu
miringkan ke sisi kebalikannya. ulangi 3 siklus.

GERAKAN 3
- Baring diranjang dengan kepala bertumpu di tepi ranjang. turunkan
kepala dan lalu angkat ke atas, ke arah badan. tahan 10 hitungan.
rileks. ulangi siklus ini 3 kali.

GERAKAN 4
- Bentuk O dengan mulut dan tarik ke bawah sampai otot dibawah leher
bergerak. lakukan dengan gerakan singkat, cepat. ulangi 20 kali, 3 kali
berturut-turut.

GERAKAN 5
- Letakkan tangan kanan dileher dan tarik kulit ke bawah dengan
tangan dan gerakkan kepala secara perlahan ke kanan dan lalu ke kiri.
ulangi 20 kali, 3 kali berturut-turut.

GERAKAN 6
- Baring terlentang. angkat kepala dan leher dan dalam posisi ini
gerakkan kepala ke kanan dan ke kiri. ulangi 20 kali, 3 kali berturut-
turut.

GERAKAN 7
- Dengan mulut terbuka, coba ucapkan huruf vokal dari A, sampai U
tanpa tutup mulut. ulangi 10 kali, 3 kali berturut-turut.
Selamat Mencoba.

sumber : koranterbaru.com

Thursday, September 1, 2011

Cara Alami Mengatasi Sulit Tidur


Insomnia dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Rata rata setiap orang pernah mengalami insomnia sekali dalam hidupnya. Bahkan ada yang lebih ekstrim menyebutkan 30 – 50% populasi mengalami insomnia.

Gangguan insomnia dapat dilacak dari cara hidup seseorang secara rutin sampai kehidupan malamnya. Bila insomnianya terjadi tengah malam (pukul 21.00 - 22.00 bisa tidur mudah tapi pukul 24.00 - 02.00 terbangun dan tidak bisa tidur lagi) dikatakan sebagai gangguan jiwa yang lumayan berat. Bila terbangun di pagi buta (pukul 03.00 - 04.00) kemudian tidak bisa tidur kembali, biasanya itu berkaitan dengan gangguan depresi berat.





trans Cara Alami Mengatasi Sulit TidurSebenarnya, waktu ideal untuk tidur sebanyak 6-8 jam sehari. Namun, seiring bertambahnya usia biasanya menjadi 4 jam sehari dan tingkat pulasnya pun dapat berkurang. Hal ini masih normal terjadi dan belum tentu dikategorikan sebagai insomnia.

Tidak hanya faktor usia, sulit tidur juga dapat disebabkan oleh efek samping obat. Misalnya, akibat mengonsumsi obat anti hipertensi, obat steroid, dan yang mengandung kafein. Jika harus mengonsumsi obat-obatan tersebut secara rutin, Anda dapat mengganti obat dari golongan berbeda tetapi memiliki manfaat serupa, tanpa ada efek samping sulit tidur.

Untuk membantu mengatasi masalah sulit tidur, ada baiknya jika dimulai dengan mengatur hidup yang sehat. Keseimbangan antara olahraga teratur dan pola makan sehat serta lingkungan tempat tidur mempengaruhi kualitas istirahat di malam hari.

Olahraga diperlukan untuk menjaga stamina tubuh. Olahraga sebaiknya dilakukan secara rutin, di pagi atau sore hari, dapat dimulai dengan olahraga sederhana, seperti jalan kaki.

Jika harus membawa pekerjaan kantor ke rumah, sebaiknya berhentilah bekerja minimal satu jam sebelum tidur. Berikan tubuh dan pikiran Anda relaksasi barang sejenak agar tidur terasa lebih nyenyak.

Di samping itu, jam makan pun dapat mengganggu kualitas tidur. Usahakan makan setidaknya 4 jam sebelum tidur dan kendalikan porsi makannya agar tidak terlalu kenyang. Sebaliknya, tidur dengan perut lapar pun tidak disarankan karena kadar gula akan turun yang mengakibatkan efek pusing saat bangun di pagi hari.

Hindari pula makanan yang mengandung kadar lemak tinggi, gula, dan protein di jam-jam menjelang tidur malam. Sebaliknya, untuk membuat tubuh terasa lebih relaks, cobalah menyeruput minuman hangat, seperti teh, susu, atau segelas air hangat yang dicampur madu dengan takaran 2 sendok makan.

Terakhir, faktor lain yang juga mempengaruhi kualitas tidur Anda adalah lingkungan tempat Anda tidur. Usahakan tempat tidur Anda nyaman dan kamar tidur berventilasi baik dan bersih.

Ada baiknya juga jika mengonsumsi nutrisi penambah oksigen dalam darah, seperti Renuves Capsules atau Beneficial Capsules, yang akan mengembalikan kadar oksigen di dalam darah, sehingga tubuh akan menjadi lebih relaks saat tidur dan saat bangun pagi akan terasa lebih segar dan berseri. Serta konsumsi kalsium dan nutrisi lengkap yang berfungsi untuk menenangkan kerja persyarafan otak dan kontraksi otot, seperti Nutrient High Calsium.

TEH PALA

Mengatasi gangguan tidur tidak perlu ke dokter, apalagi mengonsumsi obat penenang. Dari ranah tanaman ada beberapa tanaman yang bisa didayakan untuk menyamankan tidur Anda. Weiss E.A. dalam Essential Oil Crops Chapter 7: Myristicaceae (1997) menyebut, senyawa aromatik myristicin, elimicin, dan safrole sebesar 2 - 18% yang terdapat pada biji dan bunga pala bersifat merangsang tidur berkhayal (halusigenik) dengan dosis kurang dan 5 g. Jangan banyak-banyak sebab bila mengonsumsi sekitar 8 g (setara dengan dua biji) pala, akan berubah sifat menjadi narkotik yang berbahaya, bahkan bisa merenggut nyawa.

Di beberapa negara Eropa, biji pala di gunakan dalam porsi sedikit sebagai bumbu masakan daging dan sup. Fulinya (kulit pembungkus biji pala) lebih disukai digunakan dalam penyedap masakan, acar, dan kecap. Minyak yang mudah menguap dari biji, fuli, kulit, kayu, daun, dan bunga hasil sarinya sebagai oleoresins sering digunakan dalam industri pengawetan minuman ringan sampai alkohol dan kosmetik.

Minyak pala secara luas digunakan sebagai bahan penyedap pada produk makanan dengan dosis yang dianjurkan sekitar 0,08%. Minyak ini memiliki kemampuan mematikan serangga (insektisidal), antijamur (fungisidal), dan antibakteri. Sebagai obat, pala berkhasiat sebagai bahan perangsang (stimulan), mengeluarkan angin (karminatif), menciutkan selaput lendir atau pori-pori (astrinjen), dan meng atasi lemah syahwat (afrodisiak).

Pala (Myristica fragrans Houtt) termasuk tumbuhan dari famili Myristicaceae (pala-palaan). Tumbuhan berbatang sedang dengan tinggi mencapai 18 m itu memiliki daun berbentuk bulat telur atau lonjong yang selalu hijau sepanjang tahun. Buahnya bulat berkulit kuning jika sudah tua, berdaging putih yang merupakan bahan manisan yang dikenal khas di Bogor. Bijinya berkulit tipis agak keras berwarna hitam kecokelatan yang dibungkus fuli berwarna merah padam. Isi bijinya putih, bila dikeringkan menjadi kecokelatan gelap dengan aroma khas mirip cengkih.

Pohon pala dapat tumbuh di daerah tropis pada ketinggian di bawah 700 m dari permukaan laut, beriklim lembab dan panas, curah hujan 2.000 - 3.500 mm tanpa mengalami periode musim kering secara nyata. Tanaman pala umumnya dibudidayakan di Kepulauan Maluku, khususnya Ambon dan Banda. Ditanam dalam skala kecil di kepulauan lainnya sekitar Banda, Manado, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Papua.

Per 100 g daging buah pala yang bisa dimakan kira-kira terkandung air 10 g, protein 7 g, lemak 33 g, minyak yang menguap dengan komponen utama mono terpene hydrocarbons (61 - 88% seperti alpha pinene, beta pinene, sabinene), asam monoterpenes (5 - 15%), aromatik eter (2 - 18% seperti myristicin, elemicin, safrole).

Sedangkan bunga pala dapat digunakan sebagai obat tidur dalam bentuk teh. Setiap 100 g bunga kira-kira mengandung air 16 g, lemak 22 g, minyak yang menguap 10 g, karbohidrat 48 g, fosfor 0,1 g, zat besi 13 mg. Warna merah dari fulinya adalah lycopene yang sama dengan warna merah pada tomat.

BIJI ADAS

Jika tiada pala, bolehlah mencoba biji adas. Tanaman yang yang memiliki nama ilmiah Foeniculum vulgare Miller ini termasuk keluarga Apiaceae (pegagan-pegaganan). Di Jawa dibudidayakan di daerah pegunungan seperti di Tengger yang buahnya dipanen sebagai bahan ramuan dengan kulit pulasari (Alyxia sp.) untuk memperbaiki aroma jamu dan bumbu penyedap masakan.

Adas termasuk tumbuhan perdu tahunan yang tingginya sampai 2 m. Batangnya beruas, berlubang, beralur dengan percabangan monopodial warna hijau keputihan. Daunnya majemuk, menyirip ganda, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 30 - 50 cm, lebar 15 - 25 cm, panjang pelepah 5 - 7 cm berwarna hijau muda sampai hijau.

Bunganya juga majemuk berbentuk payung, tumbuh di ujung batang, kelopak bentuk tabung, hijau, dan mahkota ada lima berwarna kuning. Buahnya berbentuk lonjong, beralur, panjang 6 - 10 mm, lebar 3 - 4 mm, masih muda hijau setelah tua hijau keabu-abuan.

Buahnya diketahui secara umum sebagai obat perangsang (stimulan), menguatkan lambung, peluruh dahak (ekspektoran), dan mengeluarkan angin (karminatif). Secara resmi telah digunakan pada industri farmasi. Di India daunnya digunakan sebagai obat peluruh kencing (diuretik), jus buahnya dapat memperbaiki penglihatan mata. Dalam pengobatan tradisional Cina, adas digunakan sebagai bahan obat radang lambung, hernia, gangguan pencernaan, luka usus, dan merangsang produksi susu (laktagoga). Di Jerman digunakan dalam pengobatan gangguan kejang akibat asam lambung dan peluruh dahak dalam bentuk sirup obat batuk anak-anak.

Menurut Bernath dkk. dalam journal of Essential Oil Research (1996) menyebutkan, buah adas mengandung minyak yang mudah menguap anetol di atas 70 - 80% pinen, fenchon, limonen, estragol, 14 - 22% protein, dan 12 - 18,5% lemak. Buahnya juga mengandung flavanoid dan stigmasterol sebagai antioksidan, antijamur, antibak ten, antivirus, dan bertindak sebagai penenang pada jaringan saraf yang berhubungan dengan kejiwaan (spasmolitik)

DAUN PENENANG

Di samping adas dan pala, terdapat putri malu yang bisa digunakan sebagai obat tradisional penderita insomnia. Tanaman dari keluarga Fabaceae (kacang-kacangan) ini memiliki sejumlah nama. Orang Jawa menyebutnya pis kucing, di Sunda dikenal sebagai jukud riyud, dan orang Papua memberi nama mat mat. Jenis ini mungkin berasal dari Amerika Selatan, tetapi telah menyebar ke daerah tropis lainnya termasuk Asia Tenggara.

Baik di Indonesia, Malaysia, maupun Thailand digunakan secara tradisional untuk pengobatan insomnia. Di Vietnam daunnya sebagai obat tradisional untuk penenang, sehingga dihargai sebagai obat tidur penderita insomnia. Di India dan Thailand rebusan seluruh bagian tanaman untuk pengobatan penderita kencing berdarah. Di Brunei rebusan akarnya diminum penderita asma dan murus atau mencret. Rebusan yang sama di India digunakan sebagai pengobatan gangguan kencing dan lemah syahwat (afrodisiak).

Englert dkk. dalam Planta Medica menyebutkan, tanaman putri malu mengandung senyawa yang sensitif, yakni momosine, sebuah asam amino hasil biosintetik turunan dari lysine. Senyawa itu bersifat racun bagi beberapa binatang seperti babi, kelinci, dan binatang memamah biak.

Hasil eksperimen dengan menyuntikkan 10% sari daunnya berpengaruh menurunkan tekanan darah pada anjing yang sekaligus sebagai penenang (sedatif), antiradang, tidak melekatnya pembuahan telur pada rahim (anti implantasi), dan antiradang rematik. Hasil tes pada tikus memperlihatkan bertambahnya waktu tidur. Dapat menurunkan kadar gula tikus-tikus dengan kadar gula tinggi (diabetes) setelah memberikan pakan dua jam dan jangka maksimum setelah enam jam menunjukkan gejala normal.

Nah, buat Yanto tinggal pilih, mau pakai pala, adas, atau putri malu. Semoga tidak uring-uringan lagi hanya karena pergelaran Piala Dunia Jerman 2006 sudah berakhir. Jika dulu begadang, sekarang bisa tidur nyenyak.

MERAMU OBAT KANTUK

Buah pala segar (sebuah, kira-kira 20 g) dikupas kulitnya, dicuci lalu diparut. Hasilnya diseduh dengan air panas 1/2 gelas dan campurkan madu sesendok makan, aduk, diminum saat hangat-hangat kuku. Ramuan tadi untuk sekali minum dan sehari bisa minum 1 - 2 kali.

Biji pala kering dengan ukuran 1/4 - 3/4-nya (2 - 4 g) ditumbuk halus, seduh air panas 1/2 gelas, campurkan madu secukupnya. Aduk dan minum selagi hangat. Ramuan untuk sekali minum dan sehari silakan minum 1 — 2 kali.

Bunga pala kering sebanyak 1/2 - 1 sendok teh diseduh air panas 1/2 gelas, campurhan madu secukupnya, aduk, lalu minum hangat-hangat. Ramuan untuk sekali minum dan sehari boleh minum 1 - 2 kali.

Biji adas 3/4 sendok dicuci, ditumbuk sampai halus, seduh dengan air 1/2 gelas, campur dengan sesendok makan madu, aduk dan minum hangat-hangat. Ramuan untuk sekali minum dan sehari silakan minum 1 - 2 kali.

Daun putri malu segar, kira-kira segenggam (25 - 50 g) direbus dengan air 1 liter sehingga tinggal 1/2-nya. Campurhan madu secukupnya. Ramuan itu untuk diminum dua kali.
Semoga tips ini bermanfaat bagi anda.
Sumber : kompas.com & dokter nasir

Saturday, April 30, 2011

HIV pada Anak


Sekarang ini, mayoritas kasus infeksi HIV dan AIDS yang dilaporkan di Amerika Serikat terdapat pada kaum homo dan laki-laki biseksual. Tetapi, kecepatan bertambahnya kasus HIV positif baru terdapat pula pada orang-orang heteroseksual. Enam puluh lima persen remaja HIV positif antara 13 dan 19 tahun trinfekasi melalui hubungan seksual atau pemakaian obat intravena. Kemajuan cara penyaringan produk darah terhadap HIV akhir-akhir ini sangat mengurangi insiden infeksi baru melalui transfuse darah dinegara-negara yang telah berkembang.
Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDs) adalah suatu penyakit yang disebabkan virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh.
Empat populasi utama pada kelompok usia pediatric yang terkena HIV:
1. Bayi yang terinfeksi melalui penularan perinatal dari ibu yang terinfeksi.
2. Anak-anak yang telah menerima produk darah (terutama anak dengan hemophilia).
3. Remaja yang terinfeksi setelah terlibat dalam perilaku resiko tinggi.
4. Bayi yang mendapat ASI.
Etiologi
Penyebab penyakit AIDs adalah HIV yaitu virus yang masuk dalam kelompok retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan tubuh manusia. Penyakit ini dapat ditularkan melalui penularan seksual, kontaminasi patogen di dalam darah, dan penularan masa perinatal.

Penularan
Penularan HIV dari bayi kepada bayinya dapat melalui:
• Dari ibu kepada anak dalam kandungannya (antepartum)
• Selama persalinan (intrapartum)
• Bayi baru lahir terpajan oleh cairan tubuh ibu yang terinfeksi (postpartum)
• Bayi tertular melalui pemberian ASI

PATOFISIOLOGI
Hasil penelitian menunujukkan bahwa penyebab Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah human immunodeficiency virus (HIV),yang melekat dan memasuki limfosit T helper CD4positif. Virus tersebut menginfeksi limfosit CD4positif dan sel-sel imunologik lain dan orang itu mengalami destruksi sel CD4positif secara bertahap. Sel-sel ini yang memperkuat dan mengulang respon imunologik,diperlukan untuk mempertahankan kesehatan yang baik dan bila sel-sel tersebut berkurang dan rusak,maka fungsi imunologik lain mulai terganggu.
HIV dapat pula menginfeksi makrofag, sel-sel yang dipakai virus untuk melewati sawar darah otak masuk ke dalam otak. Fungsi limfosit B juga terpengaruh dengan peningkatan produksi immunoglobulin total sehubungan dengan penurunan produksi antibody spesifik. Dengan memburuknya system imun secara progresif, tubuh menjadi semakin rentan terhadap infeksi oportunis dan juga berkurang kemampuannya dalam memperlambat replikasi HIV. Infeksi HIV dimanifestasikan sebagai penyakit multisistem yang dapat bersifat dorman selama bertahun-tahun sambil menyebabkan imunodefisiensi secara bertahap. Kecepatan perkembangan dan manifestasi klinis dari penyakit ini bervariasi dari orang ke orang.

Pathway
• Fase I
virion HIV–>sel dendrit–>kelenjar getah bening–>jaringan limfoid–>virema & sindrom HIV akut–>ke seluruh tubuh–>respon imun adaptif–>virema berkurang.
1. Fase II
replikasi HIV & destruksi sel –> penghancuran sel T CD4+ –> fase kronik progresif
• Fase III
infeksi–> respon imun–>peningkatan produksi HIV–>AIDs–>distruksi seluruh jaringan limfoid perifer, penurunan jumlah sel T CD4, virema HIV meningkat –> infeksi oportunistik, neoplasma, gagal ginjal, degenerasi SSP.

MANIFESTASI KLINIS
Bayi dan Anak
Anak-anak dengan infeksi HIV yang didapat pada masa perinatal tampak normal pada saat lahir dan mulai timbul gejala pada 2 tahun pertama kehidupan. Manifestasi klinisnya antara lain:
1. Berat badan lahir rendah
2. Gagal tumbuh
3. Limfadenopati umum
4. Hepatosplenomegali
5. Sinusitis
6. Infeksi saluran pernafasan atas berulang
7. Parotitis
8. Diare kronik dan kambuhan
9. Infeksi bakteri dan virus kambuhan
10. Infeksi virus Epstein-Barr persisten
11. Sariawan orofarings
12. Trombositopenia
13. Infeksi bakteri seperti meningitis
14. Pneumonia interstisial kronik
Lima puluh persen anak-anak dengan infeksi HIV terkena sarafnya yang memanifestasikan dirinya sebagai ensefalopati progresif. perkembangan yang terhambat atau hilangnya perkembangan motoris.

Remaja
Kebanyakan remaja yang terinfeksi mengalami periode penyakit yang asimtomatik yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Hal ini diikuti tanda dan gejala yang dimulai beberapa minggu sampai beberapa bulan sebelum timbulnya infeksi oportunistik dan keganasan. Tanda dan gejala tersebut antara lain adalah:
1. Demam
2. Malaise
3. Keletihan
4. Keringat malam
5. Penurunan berat badan yang tidak nyata
6. Diare kronik atau kambuhan
7. Limfadenopati umum
8. Kandidiasis oral artralgia dan mialgia

KATEGORI KLINIS HIV
Kategori N: Tidak bergejala
Anak-anak tanpa tanda atau gejala infeksi HIV
Kategori A: Gejala ringan
Anak-anak mengalami dua atau lebih gejala berikut ini:
• Limfadenopati
• Hepatomegali
• Splenomegali
• Dermatitis
• Hepatitis
• Parotitis
• Infeksi saluran pernafasn atas yang kambuhan/persisten,sinusitis atau otitis media.

Kategori B: Gejala sedang
Anak-anak dengan kondisi simtomatik karena infeksi HIV atau menunjukkan kekurangan kekebalan karena infeksi HIV;contoh dari kondisi-kondisi tersebut adalah sebagai berikut:
• Anemia,neutropenia,trombositopenia selama > 30 hari
• Meningitis bacterial,pneumonia atau sepsis
• Sariawan persisten selama lebih dari 2 bulan pada anak di atas 6 bulan
• Kardiomiopati
• Infeksi sitomegalovirus dengan awitan sebelum berusia 1 bulan
• Diare,kambuhan atau kronik
• Hepatitis
• Stomatitis herpes,kambuhan
• Bronchitis,pneumonitis atau esofagitis HSV dengan awitan sebelum berusia 1 bulan
• Herpes zoster,dua atau lebih episode
• Leiomiosarkoma
• Pneumonia interstisial limfoid atau kompleks hyperplasia limfoid pulmoner (LIP/PLH0
• Nefropati
• Nokardiosis
• Varisela zoster persisten
• Demam persisten > 1 bulann
• Toksoplasmosis,awitan sebelum berusia 1 bulan
• Varisela diseminata (cacar air berkomplikasi)

Kategori C: Gejala hebat
Anak dengan kondisi berikut ini:
• Infeksi bacterial multiple atau kambuhan
• Kandidiasis pada trakea,bronki,paru atau esophagus
• Koksidioidomikosis diseminata atau ekstrapulmoner
• Kriptosporodisis,intestinal kronik
• Penyakit sitomegalovirus (selain hati,limpa,nodus),dimulai pada umur > 1 tahun
• Retinitis sitomegalovirus (dengan kehilangan penglihatan)
• Ensefalopati HIV
• Ulkus herpes simpleks kronis (durasi > 1 bulan
• Histoplasmosis diseminata atau ekstrapulmoner
• Isosporiasis intestinal kronik (durasi 1 bulan)
• Sarcoma Kaposi
• Limfoma,primer di otak
• Limfoma (sarcoma Burkitt atau sarcoma imunoblastik)
• Kompleks mycobacterium avium atau mycobacterium kansasii,diseminata atau ekstrapulmoner
• Pneumonia pneumocystis carinii
• Leukoensefalopati multifocal progresif
• Septikemis salmonella,kambuhan
• Toksoplasmosis pada otak,awitan saat berumur >1 bulan
• Wasting syndrome karena HIV
Dimodifikasi dari centers for Disease Control:1994 revised classification system for human immunodeficiency virus infection in children less than 13 years of age,MMWR 43(120):1994

UJI LABORATORIUM DAN DIAGNOSTIK
1. ELISA : Enzyme-linked immunosorbent assay(uji awal yang umum)- mendeteksi anti bodi terhadap antigen HIV ( umumnya dipakai untuk skrining HIV pada individu yang berusia lebih dari 2 tahun )
2. Western blot( uji konfirmasi yang umum) mendeteksi adanya anti bodi terhadap beberapa protein spesifik HIV.
3. Kultur HIV standar emas untuk memastikan diagnosis pada bayi.
4. Reaksi rantai polimerese( Polymerase chain reaction(PCR) mendeteksi asam deoksiribonukleat(DNA) HIV (uji langsung ini bermanfaat untuk mendiagnosis HIV pada bayi dan anak)
5. Uji antigen HIV mendeteksi antigen HIV
6. HIV, IgA,IgM mendeteksi antibody HIV yang diproduksi bayi (secara ekperimental dipakai untuk mendiagnosis HIV pada bayi).

Mendiagnosis infeksi HIV pada bayi dari ibu yang terinfeksi HIV tidak mudah. Dengan menggunakan gabungan dari tes-tes diatas, diagnosis dapat ditetapkan pada kebanyakan anak yang terinfeksi sebelum berusia 6 bulan. Temuan laboratorium ini umumnya terdapat pada bayi dan anak-anak yang terinfeksi HIV:
1. Penurunan jumlah limfosit CD4 positif absolute
2. Penurunan persentase CD4
3. Penurunan rasio CD4 terhadap CD8
4. Limfopenia
5. Anemia,trombositopenia
6. Hipergammaglobulinemia(IgG,IgA,IgM)
7. Penurunan respons terhadap tes kulit (Candida albicans,tetanus)
8. Respon buruk terhadap vaksin yang didapat (difteria,tetanus,morbili,haemophilus influenza tipe B)

Bayi yang lahir dari ibu HIV positif,yang berusia kurang dari 18 bulan dan yang menunjukkan uji positif untuk sekurang-kurangnya dua determinasi terpisah dari kultur HIV,reaksi rantai polymerase HIV atau antigen HIV,maka ia dapat dikatakan “teinfeksi HIV”.Bayi yang lahir dari ibu positif,berusia kurang dari 18 bulan dan tidak positif terhadpa ketiga uji tersebut dikatakan “terpajan pada masa perinatal”. Bayi yang lahir dari ibu terinfeksi HIV,yang ternyata antibody HIV negative dan tidak ada bukti laboratorium lain yang menunjukkan bahwa ia terinfeksi HIV, maka ia dikatakan “seroreventer”.

PENATALAKSANAAN MEDIS
Hingga kini belum ada penyembuhan untuk infeksi HIV dan AIDS. Penatalaksanaan AIDS dimulai dengan evaluasi staging untuk menentukan perkembangan penyakit dan pengobatan yang sesuai. Anak dikategorikan sesuai tabel 3 dengan menggunakan tiga parameter:status kekebalan,status infeksi dan status klinik. Seorang anak dengan tanda dan gejala ringan tetapi tanpa bukti adanya supresi imun dikategorikan sebagai A2. Status imun didasarkan pada jumlah CD4 atau persentase CD4,yang tergantung usia anak,sesuai tabel 4.
Selain mengendalikan perkembangan penyakit,pengobatan ditujukan terhadap mencegah dan menangani infeksi oportunistik seperti kandidiasis dan pneumonia interstisial.
Azidotimidin (zidovudin),videks dan zacitabin (ddc) adlah obat-obatan untuk infeksi HIV dengan jumlah CD4 rendah. Videks dan ddc kurang bermanfaat untuk penyakit system saraf pusat. Trimetropim sulfametoksazol (septra,bactrim) dan pentamadin digunakan untuk pengobatan dan profilaksis pneumonia cariini setiap bulan sekali berguna untuk mencegah infeksi bakteri berat pada anak,selain untuk hipogamaglobulinemia.
Imunisasi disarankan untuk anak-anak dengan infeksi HIV. Sebagai ganti vaksin poliovirus (OPV),anak-anak diberi vaksin virus polio yang tidak aktif (IPV).

PENGKAJIAN KEPERAWATAN
1. Riwayat : tes HIV positif, riwayat perilaku beresiko tinggi, menggunakan obat- obat.
2. Penampilan umum : pucat, kelaparan.
3. Gejala subyektif : demam kronik, dengan atau tanpa menggigil, keringat malam hari berulang kali, lemah, lelah, anoreksia, BB menurun, nyeri, sulit tidur.
4. Psikososial : kehilangan pekerjaan dan penghasilan, perubahan pola hidup, ungkapkan perasaan takut, cemas, meringis.
5. Status mental : marah atau pasrah, depresi, ide bunuh diri, apati, withdrawl, hilang interest pada lingkungan sekitar, gangguan prooses piker, hilang memori, gangguan atensi dan konsentrasi, halusinasi dan delusi
6. HEENT : nyeri periorbital, fotophobia, sakit kepala, edem muka, tinitus, ulser pada bibir atau mulut, mulut kering, suara berubah, disfagia, epsitaksis.
7. Neurologis :gangguan refleks pupil, nystagmus, vertigo, ketidakseimbangan , kaku kuduk,kejang,paraplegia.
8. Muskuloskletal : focal motor deifisit, lemah, tidak mampu melakukan ADL.
9. Kardiovaskuler ; takikardi, sianosis, hipotensi, edem perifer, dizziness.
10. Pernapasan : dyspnea, takipnea, sianosis, SOB, menggunakan otot Bantu pernapasan, batuk produktif atau nonproduktif.
11. GI : intake makan dan minum menurun, mual, muntah, BB menurun, diare, inkontinensia, perut kram, hepatosplenomegali, kuning.
12. Gu : lesi atau eksudat pada genital,
13. Integument : kering, gatal, rash atau lesi, turgor jelek, petekie positif.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
- Resiko tinggi infeksi
- Perubahan pertumbuhan dan perkembangan
- Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh
- Perubahan proses keluarga
- Antisipasi berduka
- Ketidakpatuhan terhadap program pengobatan
- Gangguan interaksi social

INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Lindungi bayi, anak, atau remaja dari kontak infeksius (lihat kotak di bawah); meskipun kontak biasa dari orang ke orang tidak menularkan HIV, sejumlah saran dibuat untuk anak-anak dengan HIV dan AIDS.
a. Pengelola panti asuhan hendaknya dididik agar berhati-hati terhadap
pemajanan darah, kontaminasi saliva, dan perlindungan terhadap infeksi.
b. Kehadiran di fasilitas perawatan harian hendaknya dievaluasi secara perorangan.
c. Pasien hendaknya masuk sekolah jika kesehatan, perkembangan
neurologic, perilaku, dan status imunnnya sesuai.
2. Cegah penularan infeksi HIV
a. Bersihkan bekas darah atau cairan tubuh lain dengan larutan khusus
(rasio 10 : 1 antara air berbanding pemutih)
b. Pakai sarung tangan lateks bila akan terpajan darah atau cairan
tubuh.
c. Pakai masker dengan pelindung mata jika ada kemungkinan terdapat
aerosolisasi atau terkena percikan darah atau caira tubuh
d. Cuci tangan setelah terpajan darah atau cairan tubuh dan sesudah
melepas sarung tangan
e. Letakkan jarum tanpa penutup yang dikaitkan ke spuit (dan benda
tajam lain) dalam kotak tertutup yang tahan tusukan, dengan diberi
label sebagai limbah berbahaya/ infeksius.
f. Sampah-sampah yang terkontaminasi darah dimasukkan ke dalam
kantong plastik limbah khusus
3. Lindungi anak dari kontak infeksius bila tingkat kekebalan anak rendah (immunocompromized)
a. Skrinning infeksi
b. Tempatkan anak bersama anak yang non-infeksi
4. Kaji pencapaian perkembangan anak dan status nutrisinya
a. Berikan aktivitas stimulasi yang sesuai usia (lihat bagian pertumbuhan
dan perkembangan)
b. Pantau pola pertumbuhan (tinggi, berat badan, lingkar kepala) dan
rujuk ke ahli gizi untuk mendapatkan intervensi nutrisi
5. Libatkan pekerja social dan anggota tim kesehatan lain untuk membantu anak dan keluarga mengatasi krisis dan stress terhadap penyakit kronik dan fatal
a. Dorong anak dan keluarga untuk mengekspresikan perasaannya
b. Rujuk ke rohaniawan untuk mendapatkan dukungan spiritual
c. Diskusikan kemungkinan kematian anak dengan orang tua dan anak.
d. Dorong anggota keluarga untuk mendiskusikan di antara mereka,
dengan keluarga lain, dan teman-teman tentang kemungkinan
meninggalnya si anak.
e. Dorong keluarga membahas kemungkinan meninggalnya orang tua
(jika mungkin)
6. Bantu keluarga untuk mengidentifikasi factor-faktor yang menghambat kepatuhan terhadap rencana pengobatan.
a. Ajarkan pada pasien dan keluarga tentang resiko tidak kepatuhan.
b. Bantu keluarga menetapkan jadwal yang mengoptimalkan efek terapeutik dari pengobatan dan sesuai dengan gaya hidup keluarga
7. Dorong anak untuk berperan aktif dalam aktifitas bersama anak-anak lain.
a. Bantu anak dan keluarga dalam mengidentifikasi kekuatan pribadi
masing-masing
b. Ajarkan pada karyawan sekolah dan teman-teman sekelas atau
perawat harian tentang infeksi HIV dan AIDS
c. Ajari remaja tentang penularan seksual, pematangan, pemakaian
d. kondom dengan nonoxynol-9, bahaya seks bebas, dan perilaku
beresiko lainnya.
e. Ajari remaja tentang hubungan antara penyalahgunaan obat dan
perilaku beresiko.
f. Anjurkan untuk menggunakan dukungan dari keluarga teman-teman
serta merujuk kepada kelompok pendukung AIDS bila perlu.
g. Berkolaborasi dengan perawat sekolah sehubungan dengan kondisi
anak.
Perencanaan Pulang dan Perawatan di Rumah
1. Ajarkan pada anak dan keluarga untuk menghubungi tim kesehatan
bila terdapat tanda-tanda atau gejala infeksi.
2. Ajarkan pada anak dan keluarga untuk mengamati respons terhadap
pengobatan dan memberitahu dokter tentang adanya efek samping.
3. Ajarkan pada anak dan keluarga tentang penjadwalan pemeriksaan
tindak lanjut.
a. Nama dan nomor telepon dokter serta anggota tim kesehatan
lain yang sesuai
b. Tanggal dan waktu serta tujuan kunjungan pemeriksaan
tindak lanjut
Pencegahan
Penularan HIV dari ibu ke bayi dapat dicegah melalui :
1. Saat hamil. Penggunaan antiretroviral selama kehamilan yang bertujuan agar vital load rendah sehingga jumlah virus yang ada di dalam darah dan cairan tubuh kurang efektif untuk menularkan HIV.
2. Saat melahirkan. Penggunaan antiretroviral(Nevirapine) saat persalinan dan bayi baru dilahirkan dan persalinan sebaiknya dilakukan dengan metode sectio caesar karena terbukti mengurangi resiko penularan sebanyak 80%.
3. Setelah lahir. Informasi yang lengkap kepada ibu tentang resiko
dan manfaat ASI

HASIL YANG DIHARAPKAN
1. Anak tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala infeksi
2. Anak dan keluarga menunjukkan pemahaman tentang perawatan di rumah dan perlunya pemeriksaan tindak lanjut
3. Anak ikut serta dalam aktivitas bersama keluarga dan teman sebaya.